APAAJA.NET – Data dari Kementerian Pendidikan dan panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) menunjukkan bahwa tingkat kelulusan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) secara nasional berada di kisaran 30 % setiap tahun. Artinya, dari ratusan ribu peserta yang mengikuti ujian, lebih dari 60 persen tidak lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN).
Angka ini relatif stabil dari tahun ke tahun dan menggambarkan bahwa UTBK SNBT merupakan seleksi nasional dengan daya tampung terbatas. Sistem yang digunakan berbasis pemeringkatan nasional, di mana seluruh peserta bersaing melalui nilai ujian yang diperoleh.
Dalam sistem tersebut, selisih nilai yang tipis dapat memengaruhi hasil akhir. Akurasi jawaban, pengelolaan waktu, serta konsistensi pengerjaan soal menjadi faktor penting dalam menentukan posisi peringkat peserta.
Mengapa Persaingan UTBK SNBT Sangat Ketat?
Sistem Perankingan Nasional
UTBK SNBT tidak hanya menguji penguasaan materi, tetapi juga kemampuan bernalar, literasi, dan pemecahan masalah dalam waktu terbatas. Semua peserta mengerjakan soal dengan standar nasional yang sama. Hasilnya kemudian diperingkatkan secara nasional untuk menentukan kelulusan.
Jumlah peserta yang besar tidak sebanding dengan daya tampung PTN. Dalam kondisi ini, strategi belajar menjadi krusial karena sedikit perbedaan nilai dapat menentukan lolos atau tidaknya peserta.
Bukan Sekadar Hafalan Materi
UTBK dirancang untuk mengukur kemampuan memahami instruksi dan menyelesaikan soal secara efisien. Oleh karena itu, latihan soal berkala dan simulasi ujian dengan durasi yang menyerupai kondisi asli menjadi bagian penting dari persiapan.
Ketika Data Menunjukkan Belajar Harus Lebih Terarah
Dalam praktiknya, pola belajar peserta UTBK berbeda-beda. Sebagian siswa melakukan latihan secara rutin dan mencatat capaian nilai, sementara sebagian lainnya belajar tanpa evaluasi terstruktur.
Perbedaan pendekatan ini turut mendorong berkembangnya layanan bimbingan belajar UTBK berbasis sistem terintegrasi. Salah satu platform yang menyediakan layanan tersebut adalah Ruangguru, yang menghadirkan program bimbel UTBK berbasis materi, latihan soal, tryout, serta analisis hasil belajar.
Materi dan Pembelajaran Mandiri
Ruangguru menyediakan materi video dan modul UTBK SNBT yang disusun sesuai struktur dan cakupan ujian terbaru. Tersedia pula Kitab UTBK SNBT berisi rangkuman konsep dan latihan soal.
Materi dapat diakses secara daring, memungkinkan siswa belajar sesuai waktu masing-masing.
Simulasi Tryout dan Analisis Nilai
Tryout UTBK dirancang menyerupai ujian sebenarnya dari segi durasi, format soal, dan sistem penilaian. Hasil tryout disajikan dalam bentuk:
- Capaian nilai
- Pemetaan materi yang sudah dan belum dikuasai
- Analisis peluang kelulusan berdasarkan pemeringkatan nasional
Data ini menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi belajar berikutnya.
Informasi Kampus, Prodi, dan Target Nilai UTBK
Selain latihan soal, siswa juga dapat mengakses informasi mengenai kampus dan program studi, termasuk referensi nilai UTBK tahun sebelumnya. Data tersebut membantu peserta menentukan target nilai yang realistis dan sesuai dengan daya saing program studi yang dipilih.
Bank soal UTBK juga tersedia untuk latihan mandiri, dilengkapi video pembahasan agar siswa memahami pola soal dan langkah penyelesaian. Tersedia pula sesi Live Teaching daring bersama pengajar untuk pembahasan materi dan teknis pelaksanaan UTBK.
Baca Juga : Hanya 3 dari 10 Peserta Lolos UTBK SNBT Setiap Tahun, Apa Rahasianya?
Dengan tingkat kelulusan UTBK SNBT 30 persen setiap tahun, seleksi ini memang memiliki tingkat persaingan tinggi. Sistem pemeringkatan nasional membuat setiap poin nilai menjadi krusial.
Dalam situasi tersebut, metode belajar yang terarah, latihan berkala, evaluasi capaian, serta pemahaman target nilai program studi menjadi bagian penting dari proses persiapan. Program persiapan UTBK berbasis materi, tryout, dan analisis akademik dapat menjadi salah satu pilihan strategi bagi peserta yang ingin menghadapi seleksi nasional dengan lebih sistematis.



