APAAJA.NET – Inovasi spare part motor berbasis pembelajaran industri mengantarkan Kepala SMK Muhammadiyah Salatiga, Jawa Tengah, Suryono, meraih medali emas dalam ajang OlympicAD VIII Nasional. Kompetisi bergengsi yang digelar di Universitas Muhammadiyah Makassar pada Sabtu (14/2/2026) tersebut menjadi panggung pembuktian bahwa kolaborasi sekolah dan industri mampu melahirkan karya nyata yang kompetitif. Keberhasilan ini tidak hanya membanggakan sekolah, tetapi juga menjadi simbol kemajuan pendidikan vokasi Muhammadiyah di tingkat nasional.
Teaching Factory Jadi Kunci Inovasi Spare Part Motor
Keberhasilan Suryono tidak lepas dari terobosan pembelajaran berbasis industri yang diterapkan melalui konsep Teaching Factory. Model ini memungkinkan siswa tidak sekadar menerima teori di kelas, melainkan terlibat langsung dalam proses produksi riil bersama mitra industri.
Melalui kolaborasi dengan PT Detec Engineering, SMK Muhammadiyah Salatiga memproduksi variasi cover radiator untuk motor matic. Produk tersebut merupakan modifikasi baru yang dirancang sesuai kebutuhan pasar, sekaligus memiliki sentuhan desain khas sekolah.
Kolaborasi Industri dan Produksi Nyata
Produk spare part yang dikembangkan bukan sekadar proyek simulasi. Produksi dilakukan secara nyata bersama industri mitra dan telah dipasarkan melalui platform digital seperti Shopee dan Tokopedia. Dengan demikian, siswa belajar memahami seluruh rantai produksi, mulai dari desain, manufaktur, hingga distribusi dan pemasaran digital.
Menurut Suryono, meskipun produk serupa mungkin sudah tersedia di pasaran, inovasi yang dihasilkan sekolahnya memiliki diferensiasi desain serta pendekatan produksi yang terintegrasi dengan kurikulum pembelajaran.
Juara Best Practice Kepala Sekolah OlympicAD VIII
Suryono keluar sebagai juara pertama pada cabang best practice kepala sekolah dalam OlympicAD VIII. Presentasinya menonjolkan dampak nyata Teaching Factory terhadap peningkatan kompetensi siswa.
Dampak Nyata bagi Siswa dan Sekolah
Model pembelajaran ini terbukti tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis siswa, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Selain itu, siswa mendapatkan pemahaman mendalam mengenai kebutuhan industri 4.0 dan adaptasi teknologi.
Proses persiapan menuju kompetisi dilakukan secara terstruktur. Evaluasi rutin, penguatan konsep, serta simulasi presentasi dijalankan dengan pendampingan Majelis Dikdasmen PWM dan PDM. Berkat kerja kolektif guru, siswa, dan seluruh tim sekolah, inovasi tersebut mampu tampil optimal di tingkat nasional.
OlympicAD VIII, Ajang Inovasi Pendidikan Muhammadiyah
OlympicAD (Olimpiade Ahmad Dahlan) merupakan event dua tahunan yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Non Formal PP Muhammadiyah. Tahun ini, sebanyak 73 cabang lomba dipertandingkan dan diikuti oleh perwakilan siswa serta guru sekolah Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.
Ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi akademik dan non-akademik, tetapi juga ruang berbagi praktik terbaik dan inovasi pendidikan. Keberhasilan Suryono menjadi bukti bahwa kolaborasi sekolah dengan dunia industri mampu melahirkan karya yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Baca Juga : OlympicAD VIII: Inovasi Spare Part Motor Antarkan Suryono Raih Medali Emas
Inovasi spare part motor berbasis Teaching Factory yang dikembangkan SMK Muhammadiyah Salatiga membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu bersaing di level nasional. Medali emas OlympicAD VIII yang diraih Suryono bukan sekadar penghargaan individu, melainkan representasi keberhasilan kolaborasi sekolah, industri, dan ekosistem pendidikan Muhammadiyah. Ke depan, model ini berpotensi menjadi rujukan bagi sekolah kejuruan lain dalam menjawab tantangan industri masa depan.



