Muhadloroh Ammah Bersama Syeikh Ammar Palestina

APAAJA.NET – Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf) Semarang, menggelar rangkaian acara spesial untuk menutup pengajian Kitab Ramadlan pada Rabu, 19 Ramadlan 1446 Hijriah atau bertepatan dengan 19 Maret 2025.

Acara dimulai dengan Sanadan Nadham Kitab Alfiyah Ibnu Malik dari Dr. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA. kepada pra santri Madrasah kelas 3 MTs, kelas 1 dan 2 MA, serta Mahasantri.

Dawuh Kiyai Fadlolan bahwa dahulu sanad secara formalitas ijazah bersertifikat tidak begitu penting karena para kyai mengajar langsung mengijazahkan secara Syafahi (secara lesan), tetapi zaman sekarang tidak cukup hanya secara Syafahi, tetapi perlu dibarengi lembar naskah berupa ijazah silsilah sanad.

Kyai Fadlolan kemudian memberikan sanad kepada para santri, yang sanad tersebut menyambung kepada guru beliau secara Syafahi yaitu dari Syekh Ali Jum’ah seorang Mufti Mesir muridnya Syekh Yasin Al-Fadani.

Kemudian secara naskah, Kiyai Fadlolan mendapat sanad dari Ulama Al-Azhar yakni Syekh Hisyam Kamil dan Syekh Al Sayyid Muhammad Ali, yang juga dari Syekh Yasin bin Isa Al-Fadani.

Salah satu momen puncak dalam rangakaian acara penutupan ngaji Ramadlan PPFF adalah Muhadloroh Ammah bersama Syeikh Ammar Azmi Arrafati Al Jailany, beliau adalah cicit ke 28 Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, Palestina.

Dalam Muhadloroh tersebut, Syekh Ammar memberikan banyak ilmu diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah yakni :

_“Wahai Abu Dzar, Sesungguhnya kepergianmu pada pagi hari untuk mempelajari satu ayat dari kitab Allah itu lebih baik bagimu dari pada kamu Shalat seratus rakaat. Dan sesungguhnya kepergianmu pada pagi hari untuk mempelajari satu bab dari ilmu, baik diamalkan atau tidak, itu lebih baik bagimu daripada shalat seribu rakaat.”_ (HR. Ibnu Majah)

Selain itu, beliau juga memberikan beberapa nasehat untuk para santri yang akan berlibur yaitu :

1. Hendaknya para santri bisa istiqomah dalam kebaikan, sebagaimana diawal Ramadlan para santri semangat untuk belajar dan mengkaji kitab serta giat beribadah sampai akhir Ramadlan.
2. Amalkan ilmu yang didapat ketika pulang ke rumah, karena zakatnya ilmu adalah dengan menyampaikan ilmu yang kita miliki kepada oranglain.
3. Hendaknya kita memaksimalkan waktu dengan sebaik mungkin dan jangan lupa untuk mendo’akan kyai dan guru-guru yang telah memberikan ilmu sebagaimana kalian mendoakan kepada kedua orang tua.

Di akhir Muhadloroh dalam penutupan ngaji Ramadhan 1446 H tersebut, Syekh Dr. Ammar Azmi Al-Jailani berkata:
_“beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan banyak Kyai di Indonesia. Mereka bertanya bagaimana mengkader para santri untuk menjadi ulama dengan keilmuan dan akhlak yang baik? Saya menjawab, datanglah ke Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang. Kirimlah para santri kesini. Insya Allah akan menjadi ulama, karena didukung dengan kurikulum yang sistematis, manajemen yang baik, pendidikan akhlak dan penguatan spiritual. Pesantren ini sangat nyaman dan mendukung pembelajaran efektif dan berkah”_

Acara Muhadloroh ditutup dengan do’a bersama yang dipimpin oleh Kiyai Fadlolan.

Kebahagian para santri semakin lengkap karena hari yang dinanti-nanti telah tiba yaitu hari perpulangan santri untuk menyambut hari Raya Idul Fitri 1446 H. Perpulangan tahun ini dilaksanakan pada hari kamis 20 Maret 2025.
Sebelum perpulangan seluruh santri mushofahah terlebih dahulu kepada Pengasuh dan Pendiri PPFF yakni DR. KH. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA, dan Ibu Nyai Hj. Fenty Hidayah S.pd. di masjid Raudhatul Jannah.

Mushofahah ini dilakukan setelah shalat tarawih berjama’ah. Yang diawali dengan ngaos kitab Ta’limul Muta’alim. Setelah ngaos, Kiyai Fadlolan menyampaikan beberapa nasihat kepada seluruh santri.

Ketika liburan santri harus selalu istiqomah wirid, nderes Al-Qur’an, membaca ratib dan hizib, juga selalu menjaga akhlak dan adab layaknya saat di pesantren serta tidak hilang identitas kesantriannya.
Mushofahah selesai, seluruh santri langsung berkumpul di makam As-Syahidah Ning Arina Sabiela Fadlolan untuk tahlil bersama.

Selamat berlibur seluruh santri Ponpes Fadhlul Fadhlan, semoga kita semua selalu istiqomah mengamalkan ilmu, adab, dan akhlak yang diajarkan Kiyai dan Bu Nyai selama berlibur dirumah. Allahuma Aamiin. (Siti Nur Rofikoh Santri PPFF Semarang)***

Related Posts

Berapa Jumlah Soal UTBK SNBT 2025? Intip Juga Rinciannya
  • April 4, 2025

APAAJA.NET – Para pendaftar UTBK SNBT 2025 kini tengah mempersiapkan diri guna menghadapi tes. Tidak heran, karena UTBK bukan hanya sebatas seleksi saja. Secara umum, UTBK SNBT terdiri atas dua…

Read More

Continue reading
7 Langkah Mudah Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat
  • April 3, 2025

APAAJA.NET – Memilih jurusan kuliah bukan sekadar keputusan akademik, tetapi juga langkah awal menuju masa depan yang lebih cerah. Banyak mahasiswa merasa bimbang saat harus menentukan pilihan jurusan, takut salah…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *