Riwayat Pendidikan Friderica Widyasari, ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua DK OJK, Jebolan UGM dan California State University

APAAJA.NET Nama Friderica Widyasari Dewi kini menjadi sorotan setelah resmi ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner (ADK) Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penunjukan tersebut menggantikan Mahendra Siregar dan ditetapkan dalam Rapat Dewan Komisioner OJK di Jakarta pada Jumat, 30 Januari 2026, serta berlaku efektif pada hari yang sama.

Friderica Widyasari Dewi: Figur Baru di Puncak OJK

Friderica dikenal sebagai figur profesional dengan rekam jejak pendidikan dan karier yang kuat di sektor jasa keuangan. Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman LinkedIn pada Minggu (1/2/2026), Friderica Widyasari merupakan lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan California State University, Amerika Serikat, dengan capaian akademik yang tercatat cumlaude.

Latar Belakang Pendidikan Friderica Widyasari

Perjalanan pendidikannya dimulai dari Universitas Gadjah Mada, tempat ia meraih gelar Sarjana Ekonomi pada tahun 2001. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Friderica melanjutkan studi ke luar negeri dengan mengambil program Master of Business Administration (MBA) di California State University, yang diselesaikannya pada tahun 2004. Tidak berhenti di sana, Friderica kembali menempuh pendidikan doktoral di almamaternya, UGM, dan berhasil meraih gelar Doktor bidang Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan pada tahun 2019.

Baca juga; Pencuri Motor Beraksi Tenang di Depan Toko Baju Banjarnegara, Rekaman CCTV Viral di Media Sosial

Karier Profesional di Dunia Pasar Modal & Jasa Keuangan

Selain latar belakang pendidikan yang kuat, Friderica juga memiliki pengalaman panjang di sektor pasar modal. Mengutip laman resmi OJK, Friderica lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Karier profesionalnya dimulai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2005. Selama lebih dari satu dekade, ia meniti karier hingga dipercaya menjabat sebagai Direktur Pengembangan Pasar PT Bursa Efek Indonesia periode 2009–2015.

Karier Friderica kemudian berlanjut di lembaga self-regulatory organization (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Ia menjabat sebagai Direktur Keuangan KSEI pada 2015–2016, lalu dipercaya sebagai Direktur Utama KSEI periode 2016–2019. Pengalaman kepemimpinannya berlanjut ketika ia ditunjuk sebagai Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas pada 2020–2022.

Baca juga; Drama Kekerasan di Sekolah Memanas, Guru Agus Saputra Polisikan 12 Siswa Usai Dikeroyok

Sejak 2022 hingga saat ini, Friderica menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK. Dalam peran ini, ia berfokus pada penguatan perlindungan konsumen serta peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional.

Sertifikasi & Peran Strategis di Level Nasional & Internasional

Friderica juga mengantongi berbagai sertifikasi profesional, di antaranya Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang diterbitkan oleh OJK pada 2019. Di tingkat organisasi, ia aktif sebagai Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti Scam Centre (IASC) sejak 2023. Ia juga menjabat sebagai Anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat.

Penulis & Pembicara Keilmuan

Di kancah internasional, Friderica dipercaya menjadi Advisory Board The OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) serta Governing Council The International Financial Consumer Protection Organisation (FinCoNet) sejak 2022.

Selain aktif sebagai regulator, Friderica juga menulis sejumlah buku, di antaranya “Cara Bijak Mengelola Portofolio Investasi” dan “Pengawasan Market Conduct: A Game Changer”. Dengan latar pendidikan, pengalaman profesional, dan kontribusi keilmuan tersebut, Friderica Widyasari dinilai memiliki kapasitas kuat untuk mengemban amanah sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK.

Related Posts

Kisah Munifah, Wisudawan Terbaik UT Jakarta dan Impian Lanjut S2 ke Jepang
  • February 2, 2026

APAAJA.NET – Di usia yang masih sangat muda, 22 tahun, Munifah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi akademik. Mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Universitas Terbuka (UT) Jakarta ini…

Read More

Continue reading
Perjuangan Mahasiswa Autis Asperger Raih Gelar Sarjana Peternakan di UGM
  • February 2, 2026

APAAJA.NET – Perjuangan menempuh pendidikan tinggi bukanlah hal yang mudah bagi setiap mahasiswa, terlebih bagi penyandang disabilitas. Namun, keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Hal inilah yang dibuktikan oleh Siham Hamda…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *