APAAJA.NET – Video yang menyoroti label komposisi kurma kemasan mendadak viral di media sosial. Banyak warganet terkejut ketika mengetahui ada produk kurma mengandung sirup glukosa dan kalium sorbat. Padahal selama ini kurma dikenal sebagai buah alami yang identik dengan pola makan sehat.
Tidak semua konsumen terbiasa membaca komposisi secara detail. Akibatnya, tambahan gula dari sirup glukosa sering tidak masuk dalam perhitungan asupan harian. Jika dikonsumsi berlebihan, tambahan ini bisa memicu lonjakan gula darah lebih cepat dibanding kurma alami tanpa tambahan.
Mengapa Kurma Mengandung Sirup Glukosa dalam Produk Kemasan?
Isu kurma mengandung sirup glukosa sebenarnya berkaitan dengan proses industri pangan. Sirup glukosa bukan ditambahkan tanpa alasan.
Beberapa produsen menambahkannya untuk memperkuat rasa manis sekaligus membuat tampilan kurma terlihat lebih mengilap dan menarik. Selain itu, cairan ini membantu menjaga kelembapan agar tekstur buah tetap lembut selama penyimpanan dan distribusi.
Meski begitu, penting dipahami bahwa tambahan tersebut meningkatkan kadar gula sederhana dalam produk akhir.
Fungsi Kalium Sorbat pada Kurma Kemasan
Selain tambahan glukosa, bahan lain yang ramai dibahas adalah kalium sorbat. Bahan ini merupakan pengawet yang umum digunakan dalam industri makanan.
Kalium sorbat berfungsi menghambat pertumbuhan jamur dan ragi sehingga produk lebih tahan lama. Dalam batas aman yang ditetapkan otoritas pangan, penggunaannya dinilai aman untuk konsumsi.
Dampak Jika Kurma Mengandung Sirup Glukosa Dikonsumsi Berlebihan
Bagi sebagian orang, fakta bahwa kurma mengandung sirup glukosa bisa menjadi perhatian khusus, terutama bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang membatasi asupan gula.
Kurma pada dasarnya sudah mengandung gula alami seperti fruktosa dan glukosa. Jika ditambah pemanis eksternal, total kalori tentu meningkat. Oleh karena itu, membaca label komposisi menjadi langkah penting sebelum membeli.
Untuk pilihan lebih sehat, konsumen bisa mencari produk dengan komposisi tunggal yang hanya mencantumkan 100% kurma tanpa tambahan gula.
Perlukah Khawatir dengan Isu Kurma Mengandung Sirup Glukosa?
Tidak semua produk di pasaran memiliki tambahan tersebut. Namun isu kurma mengandung sirup glukosa menjadi pengingat agar konsumen lebih teliti.
Sirup glukosa dan kalium sorbat tidak otomatis berbahaya selama digunakan sesuai regulasi. Yang terpenting adalah kesadaran konsumen dalam mengontrol asupan gula harian.
Baca Juga : BGN Klarifikasi Viral Dapur MBG Dapat Rp 500 Juta Sehari: Itu untuk 12 Hari
Dengan memahami komposisi, masyarakat bisa tetap menikmati kurma sebagai sumber energi alami tanpa mengabaikan aspek kesehatan.
Ramainya pembahasan mengenai tambahan bahan dalam kurma kemasan menjadi pengingat penting bagi konsumen untuk lebih cermat membaca label komposisi. Sirup glukosa umumnya digunakan untuk memperkuat rasa manis dan menjaga tekstur, sementara kalium sorbat berfungsi sebagai pengawet agar produk lebih tahan lama.
Keduanya tidak otomatis berbahaya selama digunakan sesuai batas yang diizinkan. Namun, bagi individu yang membatasi asupan gula, memilih kurma tanpa tambahan pemanis tentu menjadi pilihan yang lebih bijak.
Dengan memahami kandungan produk sebelum membeli, konsumen dapat tetap menikmati manfaat kurma sebagai sumber energi alami tanpa mengabaikan kesehatan jangka panjang.



