Kemenkes Iran Ungkap Situasi RS Usai Serangan Rudal, Pasien ICU Dievakuasi di Tengah Asap

APAAJA.NET Kemenkes Iran mengungkap situasi mencekam yang terjadi di sejumlah rumah sakit setelah rangkaian serangan rudal di tengah konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Dampak serangan disebut tidak hanya merusak fasilitas kesehatan, tetapi juga memaksa tenaga medis mengevakuasi pasien dalam kondisi darurat.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi salah satu situasi paling dramatis yang pernah ia saksikan sepanjang kariernya.

Kemenkes Iran: Evakuasi Pasien Dilakukan di Tengah Kepulan Asap

Menurut Kemenkes Iran, sejumlah rudal menghantam area di sekitar Rumah Sakit Abuzar di Kota Ahvaz. Akibatnya, 21 pasien, termasuk yang berada di ruang ICU, harus segera dipindahkan ke fasilitas medis lain.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan sekitar 30 ambulans. Tenaga kesehatan disebut harus menggendong pasien dan membawa mereka keluar rumah sakit menuju jalanan yang dipenuhi asap akibat ledakan di sekitar lokasi.

Kermanpour menyebut situasi tersebut bahkan belum pernah ia saksikan saat Perang Iran-Irak, ketika fasilitas kesehatan masih relatif terlindungi.

Daftar Fasilitas Kesehatan yang Terdampak

Selain Rumah Sakit Abuzar di Ahvaz, Kemenkes Iran juga mencatat sejumlah fasilitas lain yang terdampak dalam rangkaian serangan tersebut, di antaranya:

1. Rumah Sakit di Teheran

  • Rumah Sakit Gandhi
  • Rumah Sakit Khatam
  • Rumah Sakit Motahari

Rumah Sakit Gandhi dilaporkan menjadi sasaran rudal pada malam hari dengan jenis serangan yang sama.

2. Pangkalan Darurat di Berbagai Wilayah

  • Pos darurat Sarab
  • Pos darurat Chabahar
  • Pos darurat Hamedan

Selain kerusakan fasilitas, dua petugas layanan medis darurat dilaporkan mengalami luka-luka.

Kemenkes Iran Soroti Dampak Kemanusiaan

Dalam pernyataannya, Kemenkes Iran menyoroti dampak kemanusiaan dari serangan tersebut. Sebelumnya dilaporkan sekitar 180 anak-anak tewas dalam satu serangan rudal di wilayah Iran selatan.

Kermanpour menyatakan bahwa catatan pelanggaran hak asasi manusia dalam konflik ini akan menjadi bagian kelam sejarah. Ia menegaskan bahwa tenaga medis saat ini masih bekerja di lapangan untuk memastikan keselamatan pasien yang tersisa.

Proses Evakuasi Masih Berlangsung

Tim kesehatan disebut masih melakukan proses pemindahan pasien dari fasilitas yang dianggap tidak aman ke pusat layanan medis lain. Prioritas utama adalah pasien dalam kondisi kritis, termasuk mereka yang bergantung pada alat bantu medis.

Kemenkes Iran memastikan bahwa upaya penyelamatan terus dilakukan meski kondisi keamanan belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga : Wapres Ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia, Ini Riwayat Sakitnya

Kemenkes Iran mengungkap bahwa dampak serangan rudal tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga mengguncang sistem layanan kesehatan di sejumlah wilayah. Evakuasi pasien ICU, tenaga medis yang terluka, serta rusaknya beberapa rumah sakit menjadi gambaran serius situasi kemanusiaan di tengah konflik yang masih berlangsung.

Perkembangan kondisi fasilitas kesehatan di Iran kini menjadi perhatian, terutama terkait keselamatan pasien dan tenaga medis yang berada di garis depan layanan darurat.

Related Posts

Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Kemenkes Ungkap Kronologi Lengkap dan Alarm untuk SOP Rumah Sakit
  • April 10, 2026

APAAJA.NET – Kasus bayi tertukar RSHS Bandung menjadi perhatian besar masyarakat setelah kisahnya viral di media sosial. Banyak publik sempat menduga adanya unsur kelalaian berat hingga dugaan tindak kriminal. Namun…

Read More

Continue reading
IDAI Soroti Kontroversi Banner Promo Film Viral, Ini Dampaknya ke Mental Health Remaja
  • April 6, 2026

APAAJA.NET – IDAI soroti kontroversi banner promo film viral yang sempat ramai diperbincangkan publik karena menggunakan kalimat sensitif di ruang terbuka. Banner bertuliskan “Aku Harus Mati” itu menuai perhatian luas…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *