APAAJA.NET – Segelas teh manis hangat atau kopi sering menjadi menu favorit saat berbuka puasa. Setelah seharian menahan lapar dan haus, minuman hangat memang terasa menyegarkan dan membantu memulihkan energi.
Namun, muncul kekhawatiran di masyarakat: apakah kebiasaan langsung minum kopi saat buka puasa bisa memicu batu ginjal jika dilakukan terus-menerus?
Menjawab hal ini, dokter spesialis urologi Ponco Birowo menjelaskan bahwa ada risiko pembentukan batu ginjal jika konsumsi kopi dan teh tidak diimbangi dengan asupan cairan yang cukup.
Saran Dokter Buat yang Mau Langsung Ngopi Saat Buka Puasa
Menurut Prof Ponco, kopi dan teh pada dasarnya bersifat diuretik ringan, yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Jika seseorang tidak menggantinya dengan cukup air putih, tubuh berisiko mengalami dehidrasi.
Ia menegaskan bahwa masalah utama bukan pada kopi atau tehnya, melainkan pada kurangnya konsumsi air putih dalam 24 jam.
Jika minum teh dan kopi tetapi tidak diimbangi air putih yang cukup, tubuh bisa mengalami dehidrasi dan meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.
Artinya, kebiasaan langsung ngopi saat berbuka sebenarnya tidak sepenuhnya berbahaya — selama kebutuhan cairan tetap terpenuhi.
Mengapa Kopi dan Teh Bisa Berisiko bagi Ginjal?
1. Efek Diuretik
Kopi dan teh dapat membuat seseorang lebih sering buang air kecil. Jika cairan yang keluar tidak diganti, urin menjadi lebih pekat.
Urin yang pekat dapat memicu kristalisasi mineral di ginjal, yang dalam jangka panjang berpotensi membentuk batu.
2. Kurangnya Asupan Air dalam 24 Jam
Selama puasa, waktu minum memang terbatas. Banyak orang hanya minum:
- 1 gelas saat buka
- 1 gelas saat sahur
Padahal, kebutuhan cairan harian ideal adalah sekitar 8–10 gelas per hari.
Jika dalam rentang waktu berbuka hingga sahur asupan cairan tidak mencukupi, risiko dehidrasi meningkat.
Cara Aman Minum Kopi Saat Buka Puasa
Agar tetap bisa menikmati kopi tanpa khawatir kesehatan ginjal terganggu, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:
1. Prioritaskan Air Putih Terlebih Dahulu
Saat berbuka, sebaiknya minum air putih terlebih dulu untuk menghidrasi tubuh sebelum mengonsumsi kopi atau teh.
2. Penuhi Kebutuhan Cairan 8–10 Gelas
Bagi waktu minum menjadi beberapa sesi:
- 2–3 gelas saat berbuka
- 2–3 gelas setelah makan malam
- 2 gelas sebelum tidur
- 2 gelas saat sahur
3. Hindari Konsumsi Berlebihan
Batasi konsumsi kopi agar tidak terlalu banyak, terutama bagi yang memiliki riwayat gangguan ginjal.
Jadi, Boleh Langsung Ngopi Saat Buka?
Saran dokter buat yang mau langsung ngopi saat buka puasa sebenarnya sederhana: boleh saja, asalkan diimbangi dengan konsumsi air putih yang cukup.
Risiko batu ginjal bukan semata-mata karena kopi atau teh, tetapi karena dehidrasi akibat kurang minum selama 24 jam. Jika tubuh tetap terhidrasi dengan baik, kebiasaan tersebut relatif aman.
Baca Juga : Saran Dokter Buat yang Mau Langsung Ngopi saat Buka Puasa
Menjalani puasa tetap bisa nyaman tanpa harus meninggalkan kopi favorit. Kuncinya adalah keseimbangan dan kesadaran terhadap kebutuhan cairan harian tubuh.
Pastikan tubuh tetap terhidrasi agar Ramadan berjalan sehat dan optimal.


