Tata cara Donor Darah

APAAJA.NET – Di balik meja pemeriksaan, dr. Daniel masih menyempatkan diri untuk memberikan penjelasan terkait tata cara donor darah dan proses pengambilan darah dari awal hingga akhir.

Donor darah adalah kegiatan kemanusiaan yang sudah familiar dikalangan masyarakat terkhusus juga bagi yang menjalankan gaya hidup sehat mengingat manfaat donor darah ini sangat bermanfaat bagi kesehatan badan, mengikuti donor darah juga termasuk kegiatan kemanusiaan sebab darah yang sudah disimpan nantinya akan di donorkan kepada yang membutuhkan.

Donor darah ini bermanfaat sekali bukan? baik kepada diri kita sendiri maupun kepada orang lain. oleh karena itu yok di simak tata cara donor darah berikut ini!.

Pendaftaran
Proses tata cara donor darah dimulai dengan mengisi formulir pendaftaran. Pendonor akan diminta menuliskan identitas lengkap, seperti nama, alamat, tanggal lahir, nomor KTP, dan nomor telepon. Formulir ini digunakan untuk data administrasi dan keperluan rekam medis.

Verifikasi Data
Setelah formulir diisi, data akan diverifikasi oleh petugas melalui komputer. Hal ini untuk memastikan keakuratan informasi dan riwayat donor sebelumnya (jika ada)

Baca Juga: Jarot Sultoni: Donor Darah Membuat Badan Lebih Sehat dan Bugar

Pemeriksaan Kesehatan Oleh Dokter.
Pendonor akan diperiksa oleh petugas medis, meliputi:
-Denyut Nadi
-Tekanan Darah
-Tinggi dan Berat Badan
-Riwayat Kesehatan atau Penyakit Tertentu

Dilanjut dengan pemeriksaan Kadar Hemoglobin (Hb), Petugas akan melakukan cek kadar Hb dengan mengambil sedikit sempel darah dari ujung jari. Pendonor diperbolehkan mendonor jika kadar Hb-nya antara 12,5 – 17 g/dL. Jika Hb di bawah atau di atas batas tersebut, artinya pendonor tidak diperbolehkan melakukan donor darah karena alasan kesehatan tertentu.

Pemeriksaan Golongan Darah
Bagi yang baru pertama kali melakukan donor, golongan darah akan diperiksa terlebih dahulu agar tercatat di data PMI dan digunakan saat pengolahan darah.

Persiapan Pengambilan Darah.

Sebelum darah diambil, pendonor akan diminta untuk mencuci tangan dan lengan terlebih dahulu demi kebersihan dan mencegah infeksi. Setelah itu, pendonor diminta berbaring di tempat tidur kosong yang telah disiapkan oleh petugas.

Proses Pengambilan Darah.

Petugas akan mulai mengambil darah melalui jarum yang dimasukan ke dalam vena di lengan. Proses pengambilan ini berlangsung sekitar 5 – 10 menit untuk mengambil sekitar 350 ml darah. Selama proses pengambilan, pendonor diminta untuk tetap rileks dan tidak banyak bergerak.

Pemberian Bingkisan dan Observasi
Setelah selesai, jarum akan dilepas dan lengan dibalut. Pendonor akan diminta untuk istirahat sebentar untuk pemulihan tenaga dan akan di beri bingkisan, biasanya berupa makanan ringan dan minuman. Sebagai bentuk apresiasi dan membantu pemulihan energi” Jelasnya.***

Dhimas Raditya

Menyukai hal yang berhubungan dengan tulis menulis.

Related Posts

Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Kemenkes Ungkap Kronologi Lengkap dan Alarm untuk SOP Rumah Sakit
  • April 10, 2026

APAAJA.NET – Kasus bayi tertukar RSHS Bandung menjadi perhatian besar masyarakat setelah kisahnya viral di media sosial. Banyak publik sempat menduga adanya unsur kelalaian berat hingga dugaan tindak kriminal. Namun…

Read More

Continue reading
IDAI Soroti Kontroversi Banner Promo Film Viral, Ini Dampaknya ke Mental Health Remaja
  • April 6, 2026

APAAJA.NET – IDAI soroti kontroversi banner promo film viral yang sempat ramai diperbincangkan publik karena menggunakan kalimat sensitif di ruang terbuka. Banner bertuliskan “Aku Harus Mati” itu menuai perhatian luas…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *