Awal 2026, Ekspor Mobil dan Komponen Otomotif Indonesia Tumbuh 19,7 Persen

APAAJA.NETAwal 2026 menjadi momentum gemilang bagi ekspor mobil dan komponen otomotif Indonesia. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan peningkatan signifikan dibanding Januari 2025. Total pengiriman kendaraan utuh (CBU), kendaraan terurai (CKD), dan komponen mencapai angka yang menunjukkan pertumbuhan industri otomotif nasional yang stabil dan berkelanjutan.

Peningkatan ini terutama didukung oleh merek-merek ternama seperti Toyota, Daihatsu, Mitsubishi, Hyundai, dan Honda yang menunjukkan performa ekspor kuat.

Ekspor Kendaraan Utuh (CBU) Januari 2026

Selama Januari 2026, pengiriman kendaraan dalam bentuk CBU mencapai 40.003 unit, naik dari 33.423 unit tahun lalu. Berikut kontribusi per merek:

  • Toyota: 11.581 unit
  • Daihatsu: 10.793 unit
  • Mitsubishi Motors: 9.436 unit
  • Hyundai: 4.080 unit
  • Honda: 1.772 unit
  • Suzuki: 1.714 unit
  • Isuzu: 492 unit
  • Wuling: 120 unit
  • Hino: 15 unit

Hanya Chery dan DFSK yang tidak mencatatkan ekspor CBU. Peningkatan ini menunjukkan kapasitas produksi kendaraan utuh Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional.

Ekspor Kendaraan Terurai (CKD) Naik Drastis

Selain CBU, pengiriman kendaraan CKD (Completely Knocked Down) juga mengalami lonjakan tajam hingga 100,1% YoY, dari 3.015 unit menjadi 6.036 unit. Rinciannya:

  • Mitsubishi Motors: 3.644 unit
  • Hyundai: 1.200 unit
  • Suzuki: 912 unit
  • Wuling: 280 unit

Kenaikan ekspor CKD menandakan kemampuan manufaktur lokal untuk memenuhi permintaan global semakin meningkat. Hal ini juga membuka peluang ekspor komponen lebih banyak ke berbagai negara.

Ekspor Komponen Otomotif Januari 2026

Ekspor komponen otomotif Indonesia pada Januari 2026 meningkat dari 7.319.325 potong menjadi 12.449.248 potong. Kontribusi terbesar datang dari merek-merek utama:

  • Toyota: 11.302.944 unit
  • Honda: 1.011.020 unit
  • Hino: 127.643 unit
  • Hyundai: 4.482 unit
  • Suzuki: 3.168 unit

Lonjakan ini memperlihatkan rantai pasok industri otomotif Indonesia makin kuat, sekaligus menunjukkan bahwa ekspor mobil dan komponen otomotif berperan penting dalam perekonomian nasional.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekspor

Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan ekspor mobil dan komponen otomotif antara lain:

  1. Kinerja merek-merek besar seperti Toyota, Daihatsu, dan Mitsubishi yang stabil.

  2. Peningkatan kapasitas produksi CKD untuk memenuhi permintaan global.

  3. Ekspansi pasar komponen otomotif ke Amerika, Eropa, dan Asia Tenggara.

  4. Dukungan kebijakan pemerintah terkait ekspor dan promosi industri otomotif.

Baca Juga : Awal 2026, Ekspor Mobil dan Komponen Otomotif Tumbuh 19,7 Persen

Awal 2026 menjadi bukti bahwa pengiriman kendaraan dan suku cadang Indonesia berada pada tren positif. Baik CBU, CKD, maupun komponen mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini tidak hanya menguatkan posisi industri otomotif nasional di pasar global, tetapi juga memperkuat kontribusi terhadap perekonomian dan membuka peluang ekspor lebih besar di masa mendatang.

Related Posts

Modal VinFast Masuk Pasar Motor Listrik Indonesia: Siap Tantang Kompetitor dengan Strategi Ini!
  • April 26, 2026

APAAJA.NET – Kehadiran VinFast motor listrik di Indonesia menjadi sorotan baru di industri kendaraan listrik roda dua. Pabrikan asal Vietnam ini tidak datang tanpa persiapan. Mereka membawa strategi matang untuk…

Read More

Continue reading
Harga Mobil Diesel Bekas Terlaris di WTC Mangga Dua Masih Stabil! Innova & Fortuner Jadi Rebutan
  • April 26, 2026

APAAJA.NET – Pasar mobil diesel bekas di WTC Mangga Dua masih menunjukkan kestabilan harga meski ada tekanan dari kenaikan biaya operasional seperti BBM. Unit populer seperti MPV dan SUV diesel…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *