
APAAJA.NET – Madrasah Al Musyaffa’ Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (Pesantren Bilingual Berbasis Karakter Salaf) Semarang, menyelenggarakan tes seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) gelombang dua.
Tes seleksi calon peserta didik diselenggarakan 2 tahap: materi pengetahuan umum secara online melalui zoom meeting terlebih dahulu yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 Februari 2025. Kemudian Ahad, 23 Februari 2025, tes seleksi wawancara yang diikuti ratusan calon peserta didik untuk jenjang MA, MTs dan MI. Alhamdulillah yang berhasil lulus seleksi gelombang pertama dan kedua sebanyak 300 santri.
Sekarang sudah memasuki pendaftaran gelombang tiga, dan insyaAllah hanya akan menyeleksi 200 santri lagi mengingat kuota santri baru hanya menampung 500 santri.
Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan (PPFF), memiliki 3 progam unggulan yang menjadikannya berbeda dengan pesantren lainnya, sehingga banyak sekali calon peserta didik yang antusias mendaftar dan mengikuti tes PPDB gelombang dua ini.
Adapun materi yang diujikan dalam tes tulis dan wawancara meliputi Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Menulis Arab, Arab Pegon, dan Baca Tulis Al Quran, serta capaian hafalan Al-Quran.
Calon peserta didik Madrasah Al Musyaffa’ dari berbagai daerah, memenuhi lokasi tes seleksi mulai pukul 06.00 WIB sudah berdatangan.
Tes seleksi wawancara dimulai pukul 07.00 WIB sampai 15.00, dilanjutkan pengarahan dari Pendiri dan Pengasuh PPFF yakni, DR. KH. Fadlolan Musyaffa’ Lc., MA.
Menjelaskan mengenai tiga program unggulan pedantren: program bilingualan kitab kuning, bikingual Arab dan Inggris, serta program tahfidh Al-Qur’an 30 juz 6 bulan.
Selanjutnya Kiyai Fadlolan mengatakan bahwa profil lulusan Madrasah Aliah (MA) Al-Musyaffa’ dicetak menjadi calon ulama, oleh karena itu kitab kuning menjadi materi utama yang harus didalami oleh santri, tahfidh Al-Qur’an 30 juz menjadi suatu keharusan, dan bonus bahasa Arab dan Inggris untuk media wasilah prasarana pendalaman literasi.
Kyai Fadlolan, menyampaikan pentingnya 3 unsur supaya santri bisa berhasil, yaitu :
1. Pengasuh yang selalu mendidik serta istiqomah mengaji bersama para santri.
2. Santri yang semangat dalam belajar/mengaji.
3. Peran orangtua dalam memberikan semangat dan bekal untuk anaknya, dan tidak ikut campur atau komplen terhadap peraturan pesantren.
Kiyai Fadlolan juga menyampaikan dawuhnya Mbah Maimoen Zubair bahwa jangan sampai menolak santri, oleh karenanya Kiyai Fadlolan tidak menolak santri, akan tetapi Kiyai Fadlolan menyeleksi calon santri/peserta didik dengan diadakannya tes PPDB ini.
Kiai Fadlolan juga memberikan semangat untuk calon peserta didik yang tidak lolos pada seleksi PPDB gelombang dua, agar menerima dengan ikhlas hasil seleksi, dan berdoa agar diberi kesempatan yang lebih baik di waktu dan lain tempat.
Acara pengarahan tersebut diakhiri dengan do’a yang dipimpin oleh Kiyai Fadlolan.
Pengumuman kelulusan tes PPDB para calon peserta didik. Haru bahagia pun menyelimuti hati para calon walisantri dan calon peserta didik yang dinyatakan lulus seleksi.
“Alhamdulillah, saya sangat bahagia anak saya lulus seleksi PPDB gelombang dua ini, saya memilih PPFF untuk anak saya, karena saya melihat materi yang diajarkan disini sangat menarik dengan memadukan 3 tipe pesantren salaf dan modern, dan tahfidh dalam jangka waktu 6 tahun yakni MTs sampai MA bisa menguasai 3 program, bilingual Arab Inggris, kitab kuning, serta hafal 30 juz Al-Quran dalam waktu 6 bulan, jadi saya yakin dan mantap memondokkan anak disini”. Ungkap salah satu calon walisantri.
Alhamdulillah tes seleksi PPDB gelombang dua berjalan dengan lancar. Selamat kepada calon peserta didik yang lulus dalam seleksi PPDB gelombang dua ini. Semoga bisa mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan Semarang di tahun ajaran 2025/2026.
Kepada calon peserta didik yang belum lulus seleksi PPDB gelombang dua, semoga bisa menerima keputusan dengan ikhlas dan diberi kesempatan yang lebih baik di waktu dan lain tempat. Allahumma amin. (Siti Nur Rofikoh, santri PPFF Semarang)***