Roblox Patuhi PP Tunas, Chat Anak Dibatasi dan Verifikasi Akun Makin Ketat Mulai Juni 2026

APAAJA.NET Roblox resmi melakukan perubahan besar pada sistem keamanannya di Indonesia sebagai bentuk kepatuhan terhadap PP Tunas, regulasi pemerintah yang berfokus pada perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan ini menjadi langkah penting untuk menciptakan pengalaman bermain yang lebih aman, terutama bagi pengguna di bawah usia 16 tahun.

Mulai awal Juni 2026, Roblox akan menerapkan sistem akun berbasis usia. Dengan sistem baru ini, anak-anak tidak lagi bisa bebas mengakses semua game atau menggunakan fitur chat tanpa pembatasan.

Langkah tersebut dinilai relevan karena platform game online kini semakin sering menjadi ruang interaksi sosial bagi anak. Karena itu, kontrol usia, pembatasan komunikasi, dan pengawasan orang tua menjadi elemen penting agar anak tetap aman saat bermain.

Selain meningkatkan keamanan, kebijakan ini juga memperkuat posisi Roblox sebagai platform yang adaptif terhadap aturan lokal di Indonesia.

Roblox PP Tunas Hadirkan Akun Khusus Berdasarkan Usia

Untuk mendukung implementasi aturan, Roblox menghadirkan dua jenis akun baru yang disesuaikan dengan kelompok usia pengguna.

Roblox Kids untuk Anak Usia 5–12 Tahun

Akun ini dikhususkan untuk anak usia dini hingga pra-remaja. Pengguna hanya bisa mengakses game dengan rating konten paling ringan seperti Minimal atau Mild. Selain itu, seluruh fitur chat dinonaktifkan secara default. Dengan begitu, anak tidak dapat berinteraksi sembarangan dengan pemain lain. Fitur ini menjadi bentuk perlindungan utama agar anak terhindar dari risiko cyberbullying, predator digital, hingga konten yang tidak sesuai usia.

Roblox Select untuk Usia 13–15 Tahun

Sementara itu, Roblox juga menghadirkan akun Select bagi remaja usia 13–15 tahun. Akun ini masih memiliki pembatasan, tetapi lebih fleksibel dibanding Roblox Kids. Pengguna hanya bisa mengakses game hingga rating Moderate, sedangkan fitur chat hanya tersedia untuk teman terpercaya yang sudah disetujui. Dengan sistem ini, Roblox mencoba menjaga keseimbangan antara kebebasan bermain dan keamanan digital.

Verifikasi Usia dan Persetujuan Orang Tua Makin Diperketat

Salah satu perubahan paling penting adalah sistem verifikasi usia yang kini jauh lebih ketat. Roblox akan menggunakan teknologi estimasi wajah (facial age estimation) untuk memastikan usia pengguna sesuai dengan akun yang digunakan. Jika pengguna belum melakukan verifikasi, maka sistem otomatis akan membatasi akses mereka hanya pada konten paling ringan. Bahkan, fitur komunikasi juga akan tetap terkunci. Selain itu, anak di bawah 16 tahun memerlukan Verified Parental Consent (VPC) atau persetujuan orang tua terverifikasi untuk membuka fitur tertentu. Karena itu, orang tua kini memegang kendali lebih besar terhadap aktivitas anak di platform.

Peran Orang Tua Jadi Kunci Keamanan Anak di Roblox

Selain pembatasan sistem, Roblox juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua.

Pertama, orang tua disarankan menautkan akun anak ke fitur parental control agar bisa memantau daftar teman, durasi bermain, dan pembelian item.

Kedua, buat aturan screen time yang disepakati bersama anak. Dengan cara ini, anak lebih disiplin dan memahami batas waktu bermain.

Ketiga, bangun komunikasi yang terbuka. Anak harus merasa aman untuk bercerita jika menemukan hal mencurigakan di dalam game.

Dengan kombinasi teknologi keamanan dan peran aktif keluarga, perlindungan anak di ruang digital akan menjadi jauh lebih efektif.

Roblox PP Tunas Jadi Standar Baru Keamanan Game Anak di Indonesia

Kepatuhan Roblox terhadap PP Tunas menunjukkan bahwa industri game mulai serius menghadirkan ruang digital yang aman bagi generasi muda. Tidak hanya membatasi fitur chat, Roblox juga memperketat verifikasi akun, menghadirkan klasifikasi usia, dan memperluas kontrol orang tua. Ke depan, langkah ini berpotensi menjadi standar baru bagi platform game lain yang beroperasi di Indonesia.

Baca Juga: PM Inggris Desak Instagram dan TikTok Setop Fitur Infinite Scroll pada Anak

Bagi orang tua, perubahan ini tentu menjadi kabar baik karena anak tetap bisa bermain sambil tetap terlindungi dari berbagai risiko dunia maya.

Related Posts

PM Inggris Desak Instagram dan TikTok Stop Infinite Scroll Anak, Regulasi Medsos Makin Ketat?
  • April 14, 2026

APAAJA.NET – Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, kembali menyoroti dampak negatif media sosial terhadap anak-anak. Ia secara tegas meminta platform seperti Instagram dan TikTok menghentikan fitur infinite scroll, yakni mekanisme…

Read More

Continue reading
4 Astronaut Misi Artemis II Sukses Mendarat di Bumi, Momen Bersejarah Setelah 10 Hari Keliling Bulan
  • April 11, 2026

APAAJA.NET – Keberhasilan astronaut Artemis II kembali ke Bumi menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam eksplorasi antariksa modern. Setelah menuntaskan perjalanan lebih dari 1,1 juta kilometer selama 10 hari…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *