Pokoknya Nikmat Dalam Kitab Qimatu Az-Zaman ‘Inda Al-Ulama

APAAJA.NET – Kitab qimatuzzaman ‘indal ulama sendiri merupakan salah satu karya monumental dari seorang Syaikh ‘Abdul Fattah Abu Ghuddah, ulama kenamaan asal Suriah yang kemudian wafat di Arab Saudi pada tahun 1997 M.

Sesuai dengan judulnya, kitab ini berisi petuah dan pengalaman para ulama serta pandangan mereka mengenai arti dari waktu. Betapa para ulama sangat menghargai waktu dan tanpa menyianyiakannya sama sekali. Dalam pembahasan kali ini yaitu mengenai pokoknya nikmat.

اصول النعم

Pokoknya Nikmat

Adapun sumber kenikmatan itu banyak sekali dan tidak terhitung banyaknya, pokonya nikmat yang pertama adalah :

1. Keimanan kepada Allah SWT dan apa yang datang dari-Nya, serta mengamalkannya.
Apa yang telah diwajibkan dan diperintahkan oleh Allah SWT.

2. Di antara pokok kenikmatan pula, yaitu keberkahan berupa kesehatan dan kesejahteraan, yang meliputi kesehatan pendengaran, penglihatan, hati, dan anggota tubuh, dan merupakan pusat gerak manusia serta landasan bermanfaat atas wujudnya manusia.

3. Di antara pokok kenikmatan adalah nikmat ilmu. Ilmu merupakan kenikmatan agung yang menjadi poros kemajuan umat manusia dan kebahagiaan dunia dan akhirat. Ilmu merupakan kenikmatan agung, apa pun bentuknya. Bisa mencarinya merupakan kenikmatan, memanfaatkannya merupakan kenikmatan,mendapat manfaat darinya merupakan kenikmatan, mengabadikannya dan mewariskannya kepada generasi mendatang merupakan kenikmatan, menyebarkannya kepada manusia merupakan kenikmatan, dan seterusnya. Ada banyak contoh tentang asal muasal berkat, yang tidak akan saya sebutkan panjang lebar karena menghargai nilai waktu.

من أجل أصول النعم

Pokoknya Kenikmatan Yang Palling Besar

Dan di antara sumber kenikmatan, bahkan di antara yang paling utama dan paling berharga di antaranya, adalah kenikmatan (waktu), yang saya kumpulkan di halaman-halaman ini untuk membicarakan tentang nilainya, di samping para penuntut ilmu pengetahuan dan khususnya para alim ulama.

Waktu adalah umur kehidupan, ladang eksistensi adanya manusia, tempat berteduh dan kelangsungan hidupnya, manfaatnya dan pemanfaatannya. Al-Quran telah menunjukkan pentingnya prinsip ini dalam prinsip-prinsip kenikmatan, dan beliau menunjukkan bahwa kedudukannya lebih tinggi dari orang lain, maka banyak ayat yang turun sebagai petunjuk terhadap nilai waktu, statusnya yang tinggi dan dampaknya yang besar. (Rihanah Santri PPFF Semarang).***

والله اعلم بالصواب

Related Posts

SCCR dan UAPI: Menuju Pusat Keunggulan Ilmiah
  • March 27, 2025

APAAJA.NET – Sejak November 2024, Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA., diamanahi sebagai Rektor Institut Karya Mulia Bangsa (IKMB) oleh Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si., Med., pendiri sekaligus komisaris SCCR…

Read More

Continue reading
Dukung Ekonomi Lokal ASN Kebumen Wajib Belanja Sembako di Pasar Tradisional
  • March 26, 2025

APAAJA.NET –  Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, resmi meluncurkan program Selaras (Sengkuyung Nglarisi Pasar), yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kebumen untuk belanja kebutuhan pokok di pasar tradisional setiap…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *