Mengobati Penykit Mata Kambing Dengan Mudah

         

           Kambing adalah salah hewan yang lumayan rentan dengan penyakit. Biasanya banyak penyaktit yang terjadi pada kambing apalagi pada pergantian musim. Apalagi pada musim hujan, kandang yang tidak dipanggung pada musim hujan akan becek karena kambing yang sering kencing apalagi jika pemberian pakan kambing dengan rumput muda terkadang kambing bisa mencret.

            Ada juga yang harus di waspadai yaitu kambing yang terkena penyakit mata, biasanya keadaan kandang yang tidak sehat atau kambing habis dalam perjalanan jauh. Sebenarnya kambing yang terkena penyakt mata cara penanganannya adalah sederhana tidak terlalu rumit. Namun jika tidak ditanganani dengan serius akan menyebabkan penyakti yang serius.

            Ciri-ciri kambing yang terkena penyakit mata biasanya mata berair jika tidak di tangani akan mengkibatkan mata tertutup selaput putih sehingga dapat menyebabkan kebutaan.

            Langkah-langkah menyembuhkan kambing yang terkana penyakit mata yaitu :

  1. Yang pertama dengan menggunakan tetes mata yang digunakan pada manusia lakukan sehari 2 kali. Cara
  2. Yang kedua dengan menggunakan dumek dan minyak sayur. Caranya adalah buka kapsul dumek kemudian taruk di wadah dan dikasih minyak sayursedikit aduk hingga rata. Setelah itu oleskan pada mata yanh terkena penyakit mata tadi.

Perawatan Anak Kambing

Anak kambing atau sering di sebut cempe. Anak kambing memproduksi susu klostrum selama kurang lebih 3 hari. Kambing sebaiknya tidak diperah, biarkan kambing baru diperah seminggu setelah melahirkan. Ketika induk mulai diperah susunya anak kambing ditempatkan dikandang yang berbeda dan dikelompokkan dalam satu kandang. Namun kambing tetap diberi susu dari induknya.

Sampai umur satu bulan kambing tetap diberi susu, pemberian susu anak kambing dilakukan dengan menggunakan dot. Pemberian susu dengan menggunakan dot dilakukan agar anak kambing bisa tumbuh seimbang. Pemberian susunya juga bisa sama banyaknya karena tidak rebutan . pemberian susu juga mempunyai takaran. Pada kambing usia 4-7 hari diberi susu dari induknya sekitar 500 ml yang diberikan 3-4 kali dalam sehari.

Setelah kambing berumur 7 hari, jumlah susu yang diberikan ditambah sedikit demi sedikit menjadi 800 ml. Setelah umur 14 hari susu yang diberikan bisa dicampur susu sapi tetapi harus banyak susu kambingnya perolehan susu kambing untuk tujuan komersil. setelah umur satu bulan kambing mulai dilatih diberi makan hijauan dan konsentrat untuk merangsang perkembangan rumen. Umur 1,5 sampai 2 bulan kambing harus diberi pakan rumput, leguminoceae, dan konsentrat. untuk tambahan susu sapi diberikan 1,5 sampi 2 liter per hari.  Setelah kambing berumur 2 bulan dalam pemberian susu harus di kurangi sedikit demi sedikit hingga akhirnya berhenti. Pemberian pakan pada kambing adalah 10 % dari berat kambing. Pakan konsentrat diberikan sebanyak 0,5 per hari.

Setelah mencapai dewasa berkisar umur 6-8 bulan kambing pejantan dan betina harus dipisahkan. Hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya perkawinan pada kambing muda tersebut. Saat mencapai dewasa kelamin, kambing muda akan berusaha kawin. Jika dibiarkan akan merugikan karena fisik kambing yang belum siap untuk mendukung.

Mengobati Kambing Yang Tekena Kutu / Catak

Banyak permasalahan yang terjadi pada kambing, baik penyakit, pembudidayaan, makanan dan lain-lain.Salah satu penyakit yang diderita kambing adalah penyakit kutu atau catak. Kutu yang terdapat pada kambing memang terlihat sepele namun jika dibiarkan kambing akan mengalami masalah yang serius. Kambing mengalami penyakit kutu biasanya kambing akan merasa gatal-gatal, bulu akan rontok, bulu tidak rapi bahkan bisa mengalami penyakit kulit.

Kutu pada kambing biasanya pertama kali yang diserang adalah pada daun telinga, kemudian pada muka kambing, kemudian merampat pada tubuh kambing. Seseorang yang mempunyai kambing harus sering memeriksa kesehatan kambing karena kutu pada kambing tidak terlalu terlihat karena tertutup bulu kambing.

Ini adalah langkah-langkah mengatasi penyakit kutu/catak pada kambing :

  1. Ada beberapa bahan untuk mengobatinya pertama siapkan
    1. Air
    2. Sabun colet kuning
    3. Regen
    4. Decis
    5. Kapur ajaib
  1. Kemudian kambing dimandikan dengan air biasa, mandikandengan air biasa sampai basah semua
  2. Kemudian siapkan air setengah ember lalu di campur dengan sabun dolet kuning, regen 5 ml, dan decis 5 ml dan kapur ajaib setengah batang, lalu aduk-aduk hingga merata.
  3. Setelah itu mandikan kambing hingga merata dan di gosok-gosok terutama pada yang bagian paling banyak terkena kutu.
  4. Lakukan rutin sehari satu kali sampai kutu bersih.

Dengan cara ini biasanya hanya di lakukan bebrapa kali sudah bersih dari kutu/catak.

Kambing Perah


Jaman dahulu di indonsia kambing masih di anggap sebagai tabungan dan kurang menguntungkan. Orang yamg pengembala kambing sendiri di anggap sebagai pengangguran dan tidak mempunyai pekerjaan. Banyak orang yang beranggapan memelihara kambing hanya untuk kerja tambahan atau sampingan. Presepsi seperti ini harus dihilangkan dari pkiran masyarakat pada zaman sekarang. Karena banyak keuntungan yang di peroleh dari beternak kambing.

Pada zaman dahulu mungkin memlihara kambing hanya beberapa ekor tidak sampai ratusan ekor. Itupun kambingnya di gembala. Pemanfaatan kambing sendiri masih kurang maksimal caranyapun masih tradisional jadi sistem pengolahannya masih sedikit. Namun pada perkembangan zaman dan kemajuan tegnologi semua yang dari kambing bisa di manfaatkan secara efektif dan maksimal.

Daging kambing, kulit kambing, feses kambing urin kambing, susu kambing  semua yang dari kambing bisa di manfaatkan. Pada saat ini banyak peternak kambing memanfaatkan susu kambing untuk dikonsumsi. Beberapa jenis kambing yang dianggap benar benar sebagai kambing perah diantaranya adalah Saanen, Jamnapari, Tonggenberg, Angelo, Nubian, British Alpin, Kambing Peranakan Etawa ( PE ) di indonesia dalam kadar tertentu mengandung genotipa kambing Jamnapari yang lebig dikenal kambing Etawah.

Kambing Hutan Sumatera

Banyak kita jumpai kambing kacang, kambing etawa, kambing bligon namun dari kita banyak yang tidak mengetahui bahwa ada satwa endemik pulau sumatera yang banyak orang tidak mengetahui yaitu kambing hutan Sumatera. Masih sedikit penelitian tentang kambing sumatera sehngga masih minim referensi. Sedikit telaah yang diketahui adalah spesies ini merupakan satu dari enam jenis kambing hutan yang ada di Asia bagian timur.

Kambing hutan sumatera atau dalam bahsa inggris disebut Sumatran Serow ini merupakan jenis kambing yang hanya ada di hutan dipulau Sumatera. Kambing hutan Sumatera hidup soliter. Namun begitu terkadang ia juga berjalan dalam group kecil. Kambing ini juga mempertahankan tepat dihuta untuk mempertahankan tempat minumdan makan. Makanan kambing ini seperti kambing lainnya yaitu dedaunan dan rerumputan.

Ciri-ciri kambing hutan Sumatera adalah bertanduk ramping, pendek dan melengkung ke belakang. Berat badannya antara 50-60 kg dengan panjang antara 140 – 180 cm. Saat dewasa, tingginya mencapai 94 cm. Cara kambing sumatera jika menandai kekuasaannya adalah dengan mengeluarkan kotoran dan air seni.

Kambing hutan Sumatera tentunya berbeda denga kambing biasanya, karena jenis ini adalah perpaduan antara kambing dan antelop. Kambing ini merupakan satwa yang tangkas memanjat lereng terjal yang biasanya hanya bisa dicapai oleh manuisa. Kambing ini biasanya hidup di dataran tinggi sekitar 200 meter dari puncak dataran tinggi di Sumatera atau bukit-bukit kapur. Kambing ini biasanya aktif pada pagi dan sore hari dan siangnya istirahat.

Pada saat ini kambing hutan Sumatera sisanya tinggal beberapa. Populasinya yang tersisa hanya di beberapa taman Nasional saja. Intenational Union for the Conservation of Nature and Natural Resources ( IUCN ), Memasukkan satwa ini dalam kategori Rentan ( Vulnerable / VU ).  Pemerintah Indonesia juga menetapkan kambing hutan Sumatera sebagai salah satu satwa yang dilindungi dari kepunahan berdasarkan  PP Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan jenis Tumbuhan dan Satwa.

Ciri Kambing Kacang, Peranakan Etawa dan Boer

Ciri Kambing Kacang, Peranakan Etawa dan Boer.

Ciri Kambing Kacang

            Kambig kacang merupakan kambing asli Indoesia, adapun ciri-ciri kambing kacang :

  1. Leher pendek
  2. Telinga pendek, agak tegak dan kaku.
  3. Badan kecil dan pendek.
  4. Mempunyai tanduk
  5. Tinggi rata-rata kambing dewasa 60 cm
  6. Berat rata-rata kambing dewasa 25 kg

Ciri Kambing Peranakan Etawa  ( PE )

            Kambing Peranakan Etawa merupakan hasil persilangan antara Kambing Etawa dengan Kambing Kacang.

  1. Mempunyai telinga yang panjang 18-30 cm
  2. Warna bulu yang bervariasi dari coklat muda sampai hitam.
  3. Bulu kambing pejantan yang di atas leher lebih tebal dan agak panjang sedangkan betina hanya di bagian paha.
  4. Berat rata-rata kambing Peranakan Etawa dewasa 40 kg.
  5. Tinggi rata-rata Kambing Peranakan Etawa dewasa 100 cm.

 Ciri Kambing Boer

            Kambing boer berasal dari Hottentot yaitu daerah iklimsemi arid di negara Cape Peninsula. Kaming boer sendiri merupakan kambing pedaging.

Ciri-ciri kambing Boer :

  1. Mempunyai tanduk.
  2. Bulu di bagian leher dan kepala berwarna coklat, sedangkan pada bagian badan dan kaki berwarna putih.
  3. Mempunyai bulu agak panjang.
  4. Mempunyai telinga yang panjang.
  5. Berat badan betina dewasa 60-75 kg.

Tanda Birahi Pada Ternak Dan Cara Mengawinkan

Sebagai peternak harus mengetahui kapan ternak sudah birahi agar tidak telat utuk  mengawinkan karena jika telat atau tidap pas birahi maka kambing sendiri akan susah akan hamil. Jika kita mengetahui dan pas waktu mengawinkan maka kambing akan cepat hamil dan ternak akan cepat berkembang biak.

  • Ciri-ciri kambing yang sedang birahi :
  1. Alat kelamin bagian luar kambing membengkak, basah, merah dan hangat.
  2. Akan berbunyi terus walau sudah di beri makan.
  3. Ekor di gerak-gerakkan.
  4. Diam bila di naiki.
  • Waktu Mengawinkan

Waktu yang tepat mengawinkan adalah 12-18 jam setelah terlihat tanda-tanda birahi. Ada beberapa cara utuk megawinkan biasanya dikandangkan dalam satu kandang dan ada juga dengan cara di jepitkan pada tempat yang sudah disediakan.

PENYAKIT DIARE PADA KAMBING

Penyakit diare disebabkan pakan yang berjamur atau terlalu muda, bakteri, virus dan protozoa. Kambing yang terkena penyakit diare biasanya akan cepat kurus, nafsu makan berkurang. Kambing yang masih muda apabila terkena penyakit diare yang sampai parah bahkan bisa menyebabkan kematian.


Gejala yang kambing yang terkena penyakit diare antara lain :

  • kotoran encer warnanya hijau gelap sampai hijau kekuningan.
  • Kambing terlihat lemas.
  • Bulu-bulu disekitar dubur terlihat kotor akibat kotoran.

Penanganan yang dapat dilakukan :

  1. Pisahkan antara kambing yang sakit dan yang sehat.
  2. Beikan larutan oralit, larutkan 2 sendok makan garam + 2 sendok makan gulka dalam 2,5 liter air dingin yang sudah dimasak.
  3. Belikan obat di warung, seperti obat untuk manusia.
  4. Bila keadaan tidak membaik segera hubungi petugas kesehatan.

Sebelum penyakit itu datang maka sebaiknya lakukanlah pencegahan karena mencegah lebih baik dari poada mengobati. Adapun langkah-langkah untuk pencegahan nya adalah :

  1. Hindari pakan yang menyebabkan diare.
  2. Jagalah kandang tetap bersih.

Penyakit Kudis Pada Kambing

Penyebab penyakit kudis adalah parasit kulit. Gejala yang terjadi adalah sebagai berikut :

  • kulit merah dan menebal.
  • gatal dan gelisah, sering menggaruk-garuk kulit yang terinfeksi di dinding kandang.
  • bulu rontok

Untuk penanganan  ada beberapa cara yaitu dengancara tradisional dan pabrikan :

  1. Dengan cara tradisional
  2. Dengan pupus jambe dan minyak goreng, caraya pupus jambe yang muda di tumbuk, kemudian pupus jambe yang dibuat untuk memandikan kambing yang sedang terkena kudis. Kemudian minyak goreng digunakan untuk mengosok-gosok kambing terutama yang terkena kudis. Lakukan paling tidak sehari sekali sampai kambing benar-benar sembuh.
  3. Dengan cara pabrikan

Beli obat kadas di toko, kemudian cara penyuntikan tergantung dari parah atau tidaknya . kemudian caranya melakukannya dengan suntikan, suntikkan di bagian badan kambing yang tebal dagingnya. Cara penyuntikan di dalam kulit di luar daging.

Jangan lupa untuk jauhkan kambing yang sehat dengan yang sakit karena penyakit kudis penyebarannya begitu cepat. Baca cara pemakaian obat sebelum memakainya.

Penyakit Cacingan Pada Kambing

Penyakit cacingan pada kambing dapat disebabkan oleh cacing gilig, cacing pipih dan cacing pita. Gejala kambing yang terkena cacingan biasanya makannya banyak namun kambing tetap saja kurus, kotoran lembek sampai mencret.

Penanganan

  1. Obat tradisional

Daun nanas yang dikeringkan dan dihaluskan, kemudian diimbangi 300 mg untuk 1 kg berat badan, di campur air, selanjutnya diminumkan dan diulang 10 hari sekali.

  1. Obat pabrikan

Biasanya menggunakan albendazola, vabanzen yang diulang setiap 3 bulan sekali.

Pencegahan

  • Jagalah kandang agar tetap bersih dan kering.
  • Buanglah kotoran, sampah dan sisa pakan jauh dari lokasi kandang atau dibuat kompos.
  • Jangan menggembalakan kambing pada pagi hari.
  • Jangan berikan rumput yang berembun.

Jadi jaga selalu kebersihan kambing, agar kambing terhindar dari cacingan. Sehingga dalam proses pengemukan kambing bisa berjalan cepat.