Jembatan Kali Bojong Putus Total, Akses Pagentan–Pejawaran–Karangkobar Lumpuh Total

APAAJA.NET – Jembatan Kali Bojong Putus Total

Kondisi Jembatan Kali Bojong yang berada di Dusun Tempuran, Desa Karekan, kini memprihatinkan. Jembatan yang selama ini menjadi jalur penghubung utama antar Kecamatan Pagentan, Pejawaran, dan Karangkobar dilaporkan putus total dan tidak dapat dilalui sama sekali.

Baik kendaraan roda dua maupun roda empat sudah tidak bisa melintasi jembatan tersebut. Bahkan, pejalan kaki pun kesulitan untuk menyeberang akibat struktur jembatan yang rusak parah.

Akses Antar Kecamatan Lumpuh

Putusnya Jembatan Kali Bojong membuat jalur strategis antar kecamatan lumpuh total. Warga yang biasanya menggunakan jalur ini untuk bekerja, sekolah, berdagang, hingga mengakses layanan kesehatan kini harus memutar jauh melalui jalur alternatif.

Kondisi ini tentu berdampak langsung pada efisiensi waktu dan biaya transportasi masyarakat setempat.

Baca Juga: Pencuri Motor Beraksi Tenang di Depan Toko Baju Banjarnegara, Rekaman CCTV Viral di Media Sosial

Aktivitas Warga Terganggu Parah

Jembatan Kali Bojong memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi warga. Dengan terputusnya akses tersebut, berbagai aktivitas harian warga menjadi terhambat.

Distribusi dan Mobilitas Terhambat

Warga mengeluhkan sulitnya mobilitas, terutama bagi pelaku usaha kecil, petani, dan pedagang yang bergantung pada jalur ini untuk distribusi hasil produksi. Anak-anak sekolah dan warga yang membutuhkan layanan darurat juga terdampak akibat terputusnya akses utama.

Baca Juga:  Drama Kekerasan di Sekolah Memanas, Guru Agus Saputra Polisikan 12 Siswa Usai Dikeroyok

Harapan Perbaikan dari Pemerintah

Masyarakat Desa Karekan dan sekitarnya berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah. Perbaikan jembatan dinilai mendesak agar aktivitas warga dapat kembali normal dan risiko kecelakaan bisa dihindari.

Perlu Penanganan Segera

Selain membangun kembali jembatan, warga juga berharap adanya langkah sementara seperti pemasangan rambu peringatan dan penutupan area berbahaya untuk mencegah korban.

Baca Juga: Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti: Kawin Lari di Usia 18 Tahun, Dugaan KDRT Terbongkar Lewat Buku

Infrastruktur Vital Harus Jadi Prioritas

Peristiwa putusnya Jembatan Kali Bojong menjadi pengingat pentingnya perawatan dan pengawasan infrastruktur daerah. Jembatan ini bukan sekadar bangunan penghubung, melainkan urat nadi kehidupan masyarakat antar kecamatan.

Tanpa penanganan cepat, dampak sosial dan ekonomi diperkirakan akan semakin meluas.

Related Posts

Perampok Bersenjata Celurit Beraksi di Banyumas, Lansia 66 Tahun Disekap dan Uang Rp7 Juta Raib!
  • February 19, 2026

APAAJA.NET – Kabupaten Banyumas kembali digegerkan oleh aksi kriminal pada Minggu (15/2/2026) dini hari. Kali ini, korban adalah seorang warga Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, bernama Parsiti (66). Peristiwa perampokan di…

Read More

Continue reading
Pembawa Lambang Daerah Pimpin Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455, Saksikan Keagungan Budaya Lokal
  • February 14, 2026

APAAJA.NET – Pada Minggu, 15 Februari 2026, Kirab Pusaka Hari Jadi Banyumas ke-455 akan digelar dengan pembawa lambang daerah memimpin barisan. Prosesi ini menampilkan keindahan budaya, pusaka kebanggaan, serta simbol…

Read More

Continue reading

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *